RESEP KITA

Mau Software

Download

Pages

Jumat, 06 Agustus 2010

BUDI DAYA BAYAM CABUT

Bayam cabut merupakan salah satu jenis bayam yang cocok untuk dibudidayakan.Pertimbangannya karena tidak banyak menuntut persyaratan tumbuh yang sulit, mudah di tanam, dan cepat tumbuh walau tanpa pemeliharaan yang serius. Selain itu , dalam waktu singkat, tanaman sudah dapat di panen.Bayam ini sangat di gemari oleh masyarakat sehingga tidak sulit dalam memasarkannya. Oleh karena itu, bila di usahakan secara besar- besaran akan mendatangkan ke untungan yang tidak sedikit.

1. 1. Syarat tumbuh tanaman bayam
Untuk memperoleh hasil yang berkualitas tinggi, suatu usaha tani perlu memperhatikan syarat tumbuh tanaman yang akan mendukung pertumbuhan dan hasilnya. Syarat tumbuh yang utama berhubungan dengan lingkungan, seperti tanah dan iklim. Faktor lingkungan ini hampir tidak dapat di ubah oleh manusia. Oleh karena itu, agar hasil yang di kehendaki dapat tercapai perlu memperhitungkan keadaan lingkungan bagi pertumbuhan tanaman.Tanaman bayam tidak menuntut persyaratan tumbuh yang sulit, asalakan kondisi tanah subur, penyiraman teratur, dan saluran drainase lancar. Tanaman bayam sangat toleran terhadap keadaan yang tidak menguntungkan sekalipun.

• Tanah
Tanaman bayam tidak memilih jenis tanah tertentu. Akan tetapi, untuk pertumbuhan yang baik memerlukan tanah yang subur dan bertekstur gembur serta banyak mengandung bahan organik. Pada tanah yang tandus atau liat, bayam masih dapat tumbuh dengan baik jika di lakukan penambahan bahan organic yang cukup banyak.Kisaran derajat keasaman (pH) tanah yang baik bagi pertumbuhan bayam antara 6-7. Pada tanah yang ber-pH di atas atau di bawah kisaran tersebut, tanaman bayam sukar tumbuh. Tanaman akan menunjukkan pertumbuhan yang merana bila pH tanah di bawah 6. Begitu pula pada pH di atas 7, tanaman akan mengalami gejala klorosis (warna daun menjadi putih kekuning-kuningan terutama pada daun- daun yang masih muda). Jenis bayam tertentu masih dapat tumbuh pada tanah- tanah alkaline (basah).Pada umumnya orang menanam bayam di tanah kering, misalnya di atas tanah tegalan, ladang, dan pekarangan.jarang sekali bayam di tanam di sawah atau ngarai.

• Iklim
Faktor-faktor iklim yang mempengaruhi tumbuhan dan hasil tanaman antara lain ketinggian tempat,sinar matahari, suhu, dan kelembapan.Tanaman bayam sangat toleran terhadap besarnya perubahan keadaan iklim.bayam banyak di tanam di dataran rendah hingga menengah,terutama pada ketinggian antara 5-2000m dari atas permukaan laut(dpl).Kebutuhan sinar matahari untuk tanaman bayam adalah tinggi, bekisar 400-800 footcandles yang akan mempengaruhi pertumbuhan optimum dengan suhu rata-rata 20-30 C, curah hujan antara 1000-2000 mm,dan kelembapan di atas 60%. Oleh karena itu, bayam tumbuh baik apabila di tanam di lahan terbuka dengan sinar matahari penuh atau berawan dan tidak tergenang air (becek). Waktu yang baik untuk menanam adalah awal musim hujan (bulan oktober/november ) dan awal musim kemarau(bulan april/maret) karena pada waktu tersebut kebutuhan air untuk tanaman dapat terpenuhi secara alami.Seandainya akan menanam bayam di luar waktu tersebut maka kita harus menyediakan sumber air yang dapat memenuhi kebutuhannya.Pada musim hujan ,tanaman bayam masih dapat tumbuh dengan baik asalkan tanahnya tidak tergenang. Oleh karna itu, drainase tanah harus di perhatikan meskipun tanaman bayam tahan terhadap air hujan. Untuk itu, bedengan di buat lebih tinggi di banding penanaman di musim kemarau, yaitu setinggi 35 cm. sebaliknya pada musim kemarau. Penyiraman harus di lakukun secara teratur.

2. Benih
Salah satu faktor penting yang menentukan tinggi/rendahnya hasil adalah penggunaan benih bermutu dari farietas unggul. Perbanyakan tanaman bayam di lakukan dengan cara generatif (biji). Biji tanaman bayam sangat ringan sehingga mudah terbawa oleh angin dan air yang akhirnya akan tumbuh di mana saja.Biji/benih dapat di peroleh di toko sarana pertanian atau dari hasil pembibitan tanaman itu sendiri.

• Membeli benih
Bagi yang pertama kali menanam bayam untuk memperoleh benih, tentu harus membelinya. Sekarang sudah banyak benih bayam dijual di toko sarana pertanian , seperti varietas giti merah, giti hijau,dan sebagainya. Benih bayam cabut banyak dijual dalam kemasan kaleng, botol, atau dalam pembungkus alumunium foil. Harganya pun bervariasi dari yang murah sampai yang mahal. Harga bayam import lebih mahal jika di bandingkan dengan bayam lokal karena kualitas yang lebih baik dan biaya pengiriman yang mahal. Dalam membeli benih bayam harus di perhatikan segel atau bahan penutup kemasan tersebut. Hal ini untuk mencegah terjadinya pemalsuan dan penurunan mutu benih tersebut. Selain itu, kemasan harus mencantumkan keterangan-keterangan yang berhubungan dengan benih tersebut, seperti tanggal kadaluarsa, jenis/varietas tanaman , berat bersih, tanggal lulus pengujian , nama dan alamat produsen benih . tanggal pengujian pada kemasan menunjukkan bahwa tanggal tersebut,benih akan mengalami penurunan daya kecambahnya.

• Memperoleh benih dari hasil pembibitan tanaman
Mamperoleh benih dan tanaman bayam itu sendiri merupakan cara yang termudah dan murah. Tanaman yang di pilih sebagai benih haruslah tanaman yang tumbuhnya sehat , kuat, bermutu dan memiliki daya tahan terhadap hama dan penyakit. Benih bayam diperoleh dengan membiarkan beberapa tanaman tumbuh sampai berbunga dan menghasilkan benih/biji. Biji di ambil dari butir-butir buah yang sehat pada tandan yang sudah tua benar. Cirinya, kulit biji sudah berwarna hitam. Biji di ambil dengan cara memotong tangkai tandan bunga denga hati-hati agar biji tidak rontok. Butir-butir tersebut di jemur selama 12 jam di atas Koran pada tempat yang cukup mendapat sinar matahari. Kemudian tandan di remas –remas/di rontokan dengan cara digepyok agar seluruh biji terlepas. Selanjutnya di bersihkan dengan menggunakan tampi untuk memisahkan biji dari sisa butiran. Benih bayam mempunyai daya simpan cukup lama. Benih yang berasal dari tanaman yang berumur kira-kira 3 bulan mempunyai daya simpan 1 tahun. Benih dari tanaman yang masih muda, mempunyai daya simpan yang tidak lama dan daya mutunya pun cepat menurun. Biji-biji yang telah dirontokkan di simpan dalam kaleng/botol yang bersih dan di tutup rapat serta di letakkan pada tempat yang kering dan sejuk.

3. Pengolahan tanah
Pengolahan tanah memegang peranan penting dalam budi daya bayam cabut. Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki kondisi fisik tanah agar tanah lebih gembur dan longgar. Kegiatan pengolahan tanah di lakukan 1-2 minggu sebelum tanam. Kegiatannya terdiri dari penggemburan,pembuatan bedengan dan parit.

• Penggemburan
Bayam cabut memerlukan tanah yang gembur dan cukup longgar untuk memudahkan akar tanaman tumbuh dengan baik dan memudahkan pencabutan saat panen. Oleh karena itu, sebelum penanaman, tanah harus di gemburkan terlebih dahulu dengan mengunakan garpu tanah atau cangkul.Selain itu, tanah di bersihkan dari rumput dan qulma, sisa-sisa akar tanaman lain ,batu-batuan, dan sebagainya sehingga tidak menggangu pertumbuhan tanaman nantinya. Penggemburan tanah di lakukun dengan cara mencangkul sedalam 20-30 cm.Pencangkulan tidak perlu terlalu dalam karena akar bayam cabut pendek.setelah itu, tanah di haluskan dan di ratakan .Apabila tanah berbongkah-bongkah dapat di campur dengan pasir atau abu.

• Pembuatan bedeng dan parit
Setelah penggemburan selesai , tanah di bentuk alur-alur atau bedengan. Sebaiknya bedengan di buat membujur dari utara ke selatan agar tanaman memperoleh sinar matahari dari timur. Lebar bedengan di buat 100-200 cm dan panjang dapat di sesuaikan dengan keadaan lahannya.Tinggi bedengan 15-30 cm. Bedengan tersebut di beri pupuk organik berupa pupuk kandang sebanyak 10 ton/ha, kemudian di campur dengan rata. Pupuk organic ini berguna untuk memperbaiki sifat fisik dan menjaga kesuburan tanah.Diantara bedengan di buat selokan atau parit selebar 25-30 cm sedalam kira-kira 30 cm.Parit ini untuk memudahkan kegiatan pemanenan, pemeliharaan,dan pengaturan drainase. Bedengan di biarkan terlebih dahulu selama 2-4 hari dengan maksud mengurangi kemasaman tanah, membuat tanah menjadi gembur, mematikan biji/sisa rumput, dan mengetahui apakah tanah bedengan turun atau tidak.

4. Penanaman
• Waktu tanam
Tanaman bayam dapat tumbuh sepanjang musim. Namun, waktu tanam yang baik untuk bayam cabut adalah awal musim hujan dan awal musim kemarau. Pada awal musim hujan, kira- kira bulan oktober/ November, bayam cocok di tanam karena pada saat itu, hama dan penyakit tanaman belum banyak menyerang. Pada awal musim kemarau(maret/ april), bayam dapat juga di tanam karena setelah musim ahir hujan masih tersedia air yang cukup sehingga benih bayam dapat tumbuh dengan cepat. Namun, setelah itu penyiraman harus di lakukan sesering mngkin bila matahari sangat terik.

• Cara tanam
Benih bayam cabut di sebar secara langsung di atas bedengan yang sudah di siapkan. Kebutuhan benih untuk 1- ha yaitu 5-10 kg biji bayam atau sekitar 0,5-1,0 g/m lahan. Sebaiknya benih direndam terlebih dahulu selama 12-24 jam untuk mempercepat proses perkecembahan benih. Kemudian benih di tiriskan. Untuk memudahkan saat penyebaran dan benih tidak saling bertumpuk, sebelum tanam benih di campur dengan abu dapur atau pasir halus dengan perbandingan 1: 10.Benih di sebar langsung dalam barisan dengan cara antar barisan 20 cm agar benih tidak terlalu rapat dan lebih teratur serta memudahkan penjarangan. Dengan demikian, dalam setiap bedengan di peroleh 5 barisan.Benih di tanam pada ke dalaman 1-2 cm dan ditutup kembali dengan tanah tipis- tipis. Untuk menjaga kelembapan tanah, lakukan penyiraman secara hati- hati agar benih tidak berantakan. Gunakan gembor yang siramannya halus. Bila tanah telah lembab, penyiraman tidak perlu di lakukan. Benih akan mulai berkecambah setelah 5-7 hari bila persyaratan tumbuhnya terpenuhi. Untuk melindungi benih dari hujan deras dan hanyut bersama air maka benih di tutup dengan mulsa jerami atau daun pisang. Jika tanaman sudah berkecambah dan cukup kuat, mulsa dapat di angkat dari bedengan.
Secara umum, cara penanaman bayam cabut di sajikan dalam langkah- langkah sebagai berikut.

a) Lahan di bersihkan dari sisa akar tanaman lain dan gulma. Kemudian tanah di cangkul sedalam 20-30 cm agar tanah lebih gembur. Lahan di bentuk menjadi bedengan-bedengan dengan lebar 100 cm. di antara bedengan di buat parit dengan lebar 25-30 cm dan kedalaman 30 cm.
b) Tanah di haluskan dan di beri pupuk kandang.
c) Benih di sebar dalam barisan dengan jarak 15-20 cm, sekaligus di lakukan pemberian pupuk dasar berupa 50 kg TSP dan 40 KCI.
5. Pemeliharaan
Tanaman bayam tidak membutuhkan pemeliharaan yang sulit dan banyak, seperti tanaman lain. Akan tetapi, agar tanaman tumbuh subur dan mendapatkan hasil yang maksimal maka pemeliharaan seperti pemupukan, penyiraman, penyiangan, dan pendangiran tetap di lakukan.

• pemupukan
Salah satu usaha untuk meningkatkan hasil dan kualitas tanaman bayam melalui pemupukan, baik berupa pupuk organik maupun pupuk anorganik. Pupuk organik merupakan pupuk alami yang berasal dari kotoran hewan, kompos atau sisa- sisa tanaman hijau, seperti tanaman kacang- kacangan (tanaman legung). Sedangkan pupuk anorganik merupakan pupuk kimia, seperti Urea (unsure nitroget), TSP (unsure iosfor). Dan KCI (unsure kalsium). Pupuk anorganik cepat dan tersedia sehingga dapat langsung di serap oleh tanaman. Pupuk anorganik yang paling banyak di butuhkan untuk tanaman bayam adalah pupuk nitrogen (N). nitrogen merupakan faktor pembatas bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bayam karena hasil utama daun adalah daunnya. Jenis pupuk nitrogen yang umum di gunakan yaitu urea.Kekurangan unsure nitrogen menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, kerdil, warna daun menjadi hijau kekuningan sampai menguning seluruhnya, dan pada ahirnya mongering di mulai dari bagian bawah terus ke bagian atas. Sebaliknya, kelebihan unsure N, tanaman menjadi cepat roboh, pertumbuhan cepat, warna daun menjadi lebih hijau, pembentukan serat terbatas, batang sedikit mengandung air dan mudah terserang penyakit. Dosis pupuk untuk tanaman bayam tiap hektarnya yaitu 100 kg urea, 50 kg TSP, 40 kg KCI. Pupuk TSP dan KCI di berikan bersamaan dengan penanaman sebagai pupuk dasar. Pupk urea sebagi pupk pupuk susulan di berikan setelah tanaman berumur 7-10 hari atau setelah tanaman tumbuh setinggi 5 cm. pupuk urea di berikan lagi pada saat tanaman berumur 3 minggu (pada saat panen pertama), kemudian di berikan seminggu sekali. Tujuannya agar urea yang hilang karena terangkut pada saat panen dapat tersedia kembali bagi tanaman sehingga dapat mempercepat pertumbuhan bayam yang masih muda.Pemberian pupuk urea dapat di lakukan dengan cara di benamkan atau disiram. Pupuk di banamkan ke dalam tanah di antara barisan tanaman dengan jarak 5 cm. bila pemberian pupk di lakukan dengan cara di siram, pupuk di larutkan terlebih dahulu dengan perbandingan 10-20 g/ 10 L air. Larutan ini disiramkan di antara barisan tanaman sejauh 5 cm dengan menggunakan gembor. Pemupukan urea, sebaiknya di lakukan secara bertahap. Hal ini untuk mencegah hilangnya pupuk nitrogen karena tercuci, menguap, terikat unsure lain dalam tanah dan terangkut bersama proses pemanenan.oleh karena itu, pada saat musim hujan pemberian pupuk nitrogen dengan cara di benamkan agar lebih efektif agar tidak mudah terhanyut oleh air.

• Pengairan
Pengairan merupakan syarat mutlak keberhasilan usaha tani tanaman bayam. Tanaman bayam tidak menyukai keadaan tanah yang becek dan tergenang. Hal ini akan menyebabkan kondisi tanah menjadi lembab sehingga akan merang sang tumbuhnya cendawan yang akan menyababkan akar menjadi busuk. Selain itu, sirkulasi udara dalam tanah menjadi kurang baik. Pada musim hujan, penyiraman dapat di tiadakan karana kebutuhan air telah terpenuhi melalui air hujan. Namun, saluran drainase harus tetep terjaga agar air tidak menggenangi areal pertanaman. Penyiraman pada musim hujan di lakukan jika tanah terlihat kering dan hujan belum juga turun. Pada musim kemarau, penyiraman di lakukan secara itensif dua kali sehari, terutama bila keadaan sedang panas terik. Waktu penyiraman yang baik di lakukan pagi atau sore hari. Alat yang di gunakan untuk penyiraman yaitu gembor atau embrat yang siraman airnya lebih merata sehingga tidak merusak tanaman, terutama terhadap biji dan tanaman muda. Penyiraman dapat juga di lakukan dengan mengalirkan air ke parit-parit drainase yang terdapat di antara bendengan.

• Penyiangan
Salah satu gulma yang bisa tumbuh di pertanaman bayam adalah gulma gelang (portulaca oleraceae L). kehadirannya akan menghambat pertumbuhan dan hasil tanaman karena marupakan pesaing dalam memperoleh sinar matahari, air, ruang hidup, dan unsure hara. Persaingan akan lebih besar jika kerapatan populasi gulma lebih padat. Penyiangan dilakukan dua minggu sekali, atau tergantung pada banyaknya gulma yang tumbuh. Penyiangan cukup di lakukan pencabutan gulma secara manual dengan menggunakan tangan atau secara mekanik dengan manggunakan aritatau koret. Cara mekanik di lakukan bila gulma sulit di cabut. Perlakukan secara mekanik harus di lakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu perakaran tanaman.

• Penjarangan
Penjarangan tanaman bayam cabut identik dengan perlakuan panen. Penjarangan bertujuan untuk mengurangi terjadinya persaingan antar tanaman. Pertumbuhan tanaman yang terlalu rapat akan menyebabkan terjadinya persaingan ruang hidup,unsure hara, sinar matahari, dan air sehingga tanaman akan tumbuh kurang subur dan tampak kurus. Penjarangan pertama dilakukan setelah tanaman berumur 40 hari dan merupakan panen pertama. Selanjutnya penjarangan di lakukan setiap seminggu 2 kali.

6. System panen rutin
Pasar untuk bayam selalu terbuka sepanjang tahun karena kebutuhan akan sayuran ini tetap tinggi dan relative stabil. Hal ini memberikan peluang bagi petanu bayam untuk memasok sayurannya secara terus menerus tanpa tergantung pada musim.Kiat yang da[at di lakukan petani dalam menyiasati kebutuhan pasar, yaitu dengan melakukan pengaturan waktu tanam bayam cabut dalam satu luasan secara bertahap sehingga panen dapat di lakukan secara terus menerus. Setelah satu bedengan habis di panen. Petani akan langsung dapat memanen bayam dari bedengan yang lain. Langkah pertama yang perlu di jalankan untuk penanaman bertahap ini adalah membuat jadwal penanaman. Jadwal tersebut meliputi penentuan selang waktu penanaman dan jumlah bedengan yang akan di Tanami dalam sekali pemanenan.Sebagi pertimbangan adalah volume produksi yang ingin di capai dalam sekali panen dan umur produktif tanaman. Bayam cabut dapat di panen setelah tanaman berumur 21 hari dan penanaman dalam satu bedengan, berukuran 1,5 m x 5 m dapat menghasilkan daun bayam segar sebanyak kurang lebih 10 kg yang dapat di ambil dalam 3 kali pemanenan.Mengingat pemenenan bayam dalam satu bedengan membutuhkan waktu satu minggu, maka waktu penanaman antar bedengan di tentukan dengan selang satu minggu pula. Jumlah bedengan untuk sekali penanaman bergantung pada volume.

0 komentar: